Monday, November 19, 2018
   
Text Size

TENTANG KOPI LUWAK JAVA PREMIUM

- SEJARAH DAN PERJALANAN KOPI LUWAK JAVA PREMIUM

Sejarah awal berdirinya Kopi Luwak Java Premium tidak lepas dari masuknya masuknya kopi ke Indonesia, khususnya ke daerah Priangan. Upaya budidaya kopi dilakukan di tanah priangan pada awal 1700-an, pada upaya ini kopi yang ditanam memberi hasil yang memuaskan. Satu abad berikutnya adalah masa pemerintah kolonial menjadikan daerah Priangan sebagai penghasil kopi terbesar dan terbaik di dunia. Ketika konsumsi kopi di dunia meningkat, pemerintah kolonial terus meningkatkan penanaman pohon kopi di Priangan, termasuk di Garut. Pada awal abad 19, tanah Pasundan menjadi produsen kopi yang menghasilkan separuh dari total produksi kopi di dunia. Kopi asal garut sangat melegenda di kalangan bangsa Eropa. Ditanam di ketinggian 1300 mdpl, kopi ini terdiri dari dua jenis yakni robusta dan arabika.

Di era modern dengan menyadari potensi Garut sebagai penghasil kopi arabika terbaik di Jawa Barat, Kopi Garut pun terus dikembangkan, seperti yang dilakukan oleh kami, Kopi Luwak Java Premium yang semula bernama Kopi Java Premium berdiri dari tahun 2011, Perkebunan kami terletak di Desa Cisero, Kecamatan Cisurupan yang memiliki Gunung Papandayan dengan ketinggian kurang lebih 1400-1500 meter dari permukaan laut, semua species di perkebunan kami adalah arabika yang di olah basah oleh kami dan mengepul dari sebagian petani/masyarakat setempat.

Kopi yang dihasilkan kami di Kecamatan Cisurupan menghasilkan kopi dengan citarasa luar biasa dan berbeda dibanding tempat lainnnya. Sebab, proses pembudidayaannya mengacu pada elevasi pegunungan di atas 1.000 MDPL. Termasuk pengaruh kepulan debu vulkanik saat Gunung Papandayan meletus. Belum lama ini, ada tujuh negara yaitu Portugal, Italia, Abu Dhabi, Korea, Tiongkok, Belanda, dan Prancis datang menjajaki lapangan kopi Garut. Selain melihat perkebunan kopi, mereka pun sempat mencicipi kopi Papandayan yang kami olah dan melakukan uji citarasa. Hasilnya diakui berkelas, hal inipun mengantarkan pada diekspornya kopi setiap bulan ke luar negeri, menyadari potensi ini kamipun melebarkan sayap tidak hanya kopi arabica biasa saja, kampipun melakukan pengembangan kopi luwak.

Pengembangan yang kami lakukan meliputi Penangkaran Luwak, Pengembangan Budidaya Luwak, Metode Treatmen, Pembangunan Sarana Kandang Luwak yang Representatif, dan yang terpenting pengolahan kopi luwak. Untuk penjelasan lebih lanjut, kami uraikan bagian tersendiri.

Kopi Luwak Java Premium mengelola agribisnis dengan menerapkan prinsip-prinsip mitra bagi masyarakat sekitar dengan berusaha meningkatkan perekonomian masyarakat ke arah yang lebih baik khususnya para petani. Kopi Luwak Java Premium menampung hasil panen kopi secara tunai dengan harga yang layak untuk petani dengan prinsip Fair Trade.  Petani mendapatkan harga dasar penjualan kopi ditambah sisa hasil usaha dari trading kopi dan fasilitas lainnya yang menunjang kegiatan usaha tani kopi. Prinsip fair trade akan meningkatkan kesejahteraan para petani kopi secara langsung.

Oleh karena itu untuk menunjang kegiatan di atas tersebut kami selaku inti dari pengembangan kopi luwak menggandeng para investor untuk turut serta aktif dalam menanamkan modal, agar usaha ini semakin berkembang.

Berbekal kualitas dan citarasa yang diakui seluruh dunia, dan meningkatnya terus permintaan setiap bulannya akan Kopi Luwak Java Premium, maka kami terus meningkatkan kapasitas produksi, dibantu dengan para investor kami, sejak tahun 2015 yang mana hingga saat ini sudah bergabung lebih dari 300 investor di seluruh Indonesia, dan jumlah dana yang sudah terkumpul ditotalkan yaitu lebih dari 15 Miliar Rupiah. Adapun bentuk penawaran kerjasamanya dijelaskan pada bagian terpisah.

 

- PENGEMBANGAN KOPI LUWAK JAVA PREMIUM

A. Sekilas Kopi luwak

Kopi Luwak berasal dari biji kopi yang diambil dari sisa kotoran luwak. Biji kopi ini memiliki rasa yang berbeda setelah dimakan dan melewati saluran pencernaan luwak. Buah kopi yang dimakan oleh Luwak kami berasal dari Kecamatan Cisurupan yang memiliki Gunung Papandayan dengan ketinggian kurang lebih 1400-1500 mdpl, menghasilkan buah kopi yang berkualitas tinggi sehingga sangat disenangi luwak. Kopi Luwak Java Premium memiliki cita rasa dan aroma kopi yang unik karena Luwak kami hanya memakan buah kopi yang benar-benar matang.

Keunggulan Kopi Luwak Java Premium mempunyai citarasa “berbeda yang khas” karena Luwak dipelihara dengan treatment jenis pakan untuk mendapatkan citarasa tertentu. Kopi Luwak Java Premium berasal dari sumber yang terpercaya karena Luwak kami pemakan kopi dipelihara dan dibudidayakan secara profesional untuk memproduksi Kopi Luwak Java Premium.

  B. Pengkaran Luwak

Luwak adalah hewan menyusui (mamalia) yang termasuk suku musang. Nama ilmiahnya adalah Paradoxurus Hermaphroditus. Nama ini berasal dari fakta bahwa Luwak mengeluarkan wangi unik yang berasal dari kelenjar di dekat anusnya. Samar-samar wangi ini menyerupai harum daun pandan. Di alam bebas, wewangian ini digunakan untuk menandai batas-batas teritorinya. Di beberapa daerah di Indonesia, hewan ini dikenal dengan beberapa nama seperti Musang (Betawi), Careuh (Sunda), Luwak atau Luak (Jawa).

Jenis luwak yang dibudidayakan oleh Kopi Luwak Java Premium dalam proses pembuatan kopi luwak adalah Luwak Pandan Bulan. Luwak pandan bulan memiliki bau pandan yang tajam.

C. Pengembangan Budidaya Luwak

Kopi Luwak Java Premium telah berhasil mengembangbiakan luwak melalui perkawinan secara buatan. Perburuan popolasi hewan ini harus diwaspadai karena hewan luwak termasuk hewan yang dilindungi.

Kopi Luwak Java Premium memiki kandang luwak khusus untuk perkawinan. Saat musim kawin Luwak Jantan dan Luwak Betina disatukan. Musim kawin pada luwak ditandai dengan luwak yang menghasilkan wangi pandan yang lebih harum dari biasanya. Luwak betina bunting biasanya melahirkan 3 – 4 ekor anak luwak.

D. Metode Treatmen Pakan

Luwak Java Premium memiliki kebiasaan mencari buah-buahan terbaik dan matang termasuk buah kopi sebagai makanannya. Dengan indera penciumannya yang peka, luwak akan memilih buah kopi yang betul-betul matang optimal sebagai makanannya. Biji kopi yang masih dilindungi kulit keras dan tidak tercerna akan keluar bersama kotoran luwak. Hal ini terjadi karena luwak memiliki sistem pencernaan yang unik, sehingga pencernaan luwak tidak mampu mencerna makanan keras seperti biji kopi.

Penting untuk diketahui bahwa buah kopi bukanlah merupakan makanan pokok dari luwak. Buah kopi hanyalah makanan camilan bagi luwak. Luwak sangat menyukai buah kopi arabika karena daging buah kopinya sangat manis.

Karena proses tertentu pada Perut Luwak sehingga biji kopi tidak dapat tercerna. Oleh karena itu luwak membutuhkan pakan dan asupan gizi lain yang seimbang untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuhnya sehari-hari. Pakan luwak terdiri dari berbagai buah-buahan seperti pisang dan pepaya, berbagai sumber protein seperti daging sapi, daging ayam, ikan, dan telur. Adapun sumber gizi pelengkap yang dibutuhkan luwak seperti susu dan madu.

E. Pembangunan Sarana Kandang Luwak yang Representatif

Kesehatan luwak dipegaruhi oleh kebersihan dan kenyamanan kandang. Luwak umumnya mati karena stress di kandang yang sempit karena semula mereka hidup bebas. Untuk itu dibuatkan kandang yang lebar sehingga lebih leluasa dan memiliki saluran udara yang sangat terbuka dan menyesuaikan tempatnya di alam bebas. kematian luwak dapat ditekan dengan cara pemeliharaan yang tepat. Kopi Luwak Java Premium selalu menjaga kebersihan kandang sehingga Luwak yang ditangkarkan sehat serta menghasilkan kopi luwak yang higienis.

Luwak Java Premium merupakan hewan yang sangat pandai memanjat dan bersifat arboreal, artinya hewan ini lebih kerap berkeliaran di atas pepohonan, meskipun tidak jarang pula untuk turun ke tanah. Oleh karena kedua sifat ini maka dibuatkan kotak tempat tidur yang berada diatas.

F. Pengolahan Kopi Luwak

`Kopi Luwak berbeda dengan pengolahan kopi secara biasa karena adanya proses fermentasi dan pengeraman didalam perut hewan luwak selama beberapa jam serta hewan luwak mampu menseleksi biji kopi segar yang benar-benar matang dan berkualitas. Selama proses pencernaan didalam perut, Luwak mengeluarkan enzim-enzim yang berguna selama proses pencernaan serta berlangsung pula proses fermentasi terhadap biji kopi tersebut. Itu sebabnya biji kopi Luwak hasil fermentasi hewan luwak memilik aroma harum khas yang tidak bisa tergantikan oleh proses pembuatan kopi biasa.

Buah kopi yang dikonsumsi tidak tercerna karena masih berkulit keras (kulit tanduk) namun mengalami proses fermentasi dalam saluran cerna, kemudian dikeluarkan dalam bentuk kotoran berupa gumpalan biji kopi utuh bercampur lendir. Biji Kopi Luwak tersebut dibersihkan dengan metode double washer sehingga bebas najis, terdapat perubahan warna menjadi lebih kuning dan memiliki aroma khas berbeda dengan kopi non-fermentasi, selanjutnya mengalami processing sebagaimana pengolahan biji kopi lainnya.

 

- PENGEMBANGAN LAHAN KEBUN KOPI

Untuk memenuhi seluruh permintaan pasar, selain mengepul kopi dari para petani diperkebunan kopi sekitar gunung papandayan, Kopi Luwak Java Premium pun melakukan pengembangan lahan kebun kopi yang meliputi, sbb:

a)     Revitalisasi Lahan Garapan yang Terlantar

b)    Penanaman Kebun Kopi Baru

c)     Pembangunan Lahan Pembibitan Kopi Luwak Java Premium

Keseluruhan kegiatan ini memerlukan modal tambahan, maka dana yang terku terkumpul daari para investor digunakan pula untuk pengembangan lahan kebun kopi.

Whatsapp

Whatsapp: 087722372011

Line: kopiluwakjavapremium


Pendaftaran

Google Translate
ArabicBlogger Tips And Tricks|Latest Tips For BloggersFree BacklinksBlogger Tips And Tricks Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese
English French German Spain Italian Dutch

INVESTOR PAKET 1

  • Andi, Karyawan Swasta, Tangerang
  • Anisa, Ibu Rumah Tangga, Magelang
  • Brenda, Wiraswasta, Surabaya
  • Chandra, Karyawan Swasta, Malang
  • David, Mahasiswa, Malang
  • Diman, PNS, Bogor
  • Guntur, Dokter, Garut
  • Hasan, Wiraswasta, Pasuruan
  • Ikbal, Perawat, Sukabumi
  • Januar, Wiraswasta, Cianjur
  • Temi, Mahasiswa, Yogyakarta
  • Selly, Wiraswasta, Magelang
  • Usman, Dosen, Surakarta
  • Tama, Karyawan Swasta, Jakarta
  • Viktor, Karyawan Bank, Bekasi
  • Yuli, Ibu Rumah Tangga, Jakarta
  • Imam, Pensiunan, Surabaya
  • Arif, Karyawan Swasta, Cikarang
  • Sholeh, PNS, Jakarta
  • Sapto Margo, PNS, Riau
  • Pandji, Karyawan Swasta, Makassar

INVESTOR PAKET 2

  • Adrian, Cheff, Malang
  • Betty, Wiraswasta, Bali
  • Fitriani, Guru, Bandung
  • Gita, Guru, Banjar
  • Maulana, Karyawan Swasta, Mojokerto
  • Mochtar, PNS, Medan
  • Nana, Wiraswasta, Tasikmalaya
  • Novan, Karyawan Swasta, Jakarta
  • Nurhasanah, Karyawan Swasta, Subang
  • Rasyid, Wiraswasta, Malang
  • Saidah, Karyawan Swasta, Cimahi
  • Saiful, PNS, Solo
  • Teza, Karyawan Swasta, Purwakarta
  • Undang, Dosen, Sumedang
  • Wildan, Wiraswasta, Tuban
  • Marita, Karyawan Swasta, Jakarta
  • Michael, Wiraswasta, Papua


INVESTOR PAKET 3

  • Angga, Kepala Cabang Bank, Jakarta
  • Cucu, Wiraswasta, Cimahi
  • Eman, Dosen, Tangerang
  • Gilang, Atlet, Jakarta
  • Hakim, Wiraswasta, Aceh
  • Halimah, Wiraswasta, Surabaya
  • Irvan, PNS, Ketapang
  • Jaka, PNS, Subang
  • Muhammad Natsir, PNS, Padang
  • Neni, Pensiuanan, Cianjur
  • Putra, Wiraswasta, Kebumen
  • Rakino, Wiraswasta, Bogor
  • Ronald, Wiraswasta, Medan
  • Sulastri, Dosen, Yogyakarta
  • Taupan, Wiraswasta, Bekasi
  • Neni, Ibu Rumah Tangga, Jogja

INVESTOR PAKET 4

  • Ardelia, Kontraktor, Cirebon
  • Bambang, PNS, Sukabumi
  • Dahlan, Pensiunan, Kendari
  • Dudung, Drg, Makassar
  • Fandi, Wiraswasta, Bandung
  • Fatimah, PNS, Palu
  • Hadi, Wiraswasta, Kendari
  • Ismail, Wiraswasta, Yogyakarta
  • Kurniawan, Wiraswasta, Medan
  • Laura, Wiraswasta, Surabaya
  • Nurrochman, Wiraswasta
  • Sendy, Dokter, Jakarta
  • Sofyan, Wiraswasta
  • Yayat, Hakim, Bekasi
  • Zahrial, Pensiunan, Padang

INVESTOR PAKET 5

  • Achmad, Wiraswasta, Tapin
  • Arifin, Wiraswasta, Aceh
  • Ginanjar, Wiraswasta, Banjarmasin
  • Hamid, Pensiunan, Bandung
  • Ibnu, Wiraswasta, Tabalong
  • Jafar, Wiraswasta, Kotabaru
  • Rudi, Pensiunan, Bandung
  • Mardani, Wiraswasta, Sibolga
  • Nadjmi, PNS, Tanjungbalai
  • Zakiah, Pensiunan, Padang
  • Jukinto, Wiraswasta, Jakarta
  • Gerald, Wiraswasta, Kupang
  • Rudi, PNS, Bandung

Disclaimer

Investasi ini bersifat kesepakatan kedua belah pihak yang mana semua hak dan kewajiban masing masing di atur dan di bukukan dalam Surat Perjanjian Kerjasama

Pengiriman Dalam Negeri

Pengiriman Luar Negeri


Pembayaran Dollar


Deposit & Withdraw


Mitra Luar Negeri